Kawasan pesisir Kalimantan Utara menyimpan potensi besar dalam perdagangan karbon (carbon credit) melalui pelestarian hutan mangrove yang membentang di Tarakan, Bulungan, dan Nunukan.
Selain menyerap emisi karbon, ekosistem mangrove berperan vital menjaga produktivitas budidaya komoditas unggulan daerah seperti udang windu dan kepiting bakau.
Para petambak lokal mulai mengadopsi metode sylvofishery untuk memadukan pemanfaatan ekonomi tambak dengan perlindungan vegetasi pesisir.
